Untuk sebuah kebaikan

7 07 2009

Perjalanan ini sungguh menggetarkan jiwa. Sungguh, bahkan aku sendiripun tak menyangka sampai sedemikan. Kurasa hampir aku tak sanggup menanggungnya. Sebuah emosi yang berotasi dengan cepatnya. Dari titik yang tertinggi sampai ke titik terendah, bergantian dengan begitu ekstrimnya. Membuat perasaan ini terayun-ayun, kadang tak menentu arahnya. Sampai kinipun sebenarnya masih begitu. Jarak batas antara anugerah dan sengsara itu menjadi tipis terasa. Hamparan hati menjadi sebuah bentuk yang tersendiri. Lahir dari sebuah emosi yang tertahankan, penantian yang memilukan, kegembiraan yang meluap-luap untuk sedetik kemudian berupa menjadi kelaraan. Aku hanya bisa bersyukur mempunyai pegangan hati. Sebuah bentuk kekuatan yang dulunya aku ragu sebagai sebuah kekuatan. Aku berterimakasih telah diajarkan itu di dini usiaku. Yang sekarang seperti tonggak pertahanan terakhir dari badai yang terus menimpa dan menerjang. Tak kan ada sesal lagi, untuk semua yang berlaku. Pasrah dalam keikhlasan. Mengosongkan hati untuk sebuah kebaikan.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.