Bukan sebuah refleksi dari ke putus asa an, tapi lebih berupa sebuah bentuk keikhlasan dalam menerima apa saja yang menjadi bagian dari perjalanan hidup. Sebuah kepasrahan yang bernada positif, memberi penyejukan pada hati yang gelisah dan gersang karena perjalanan hidup yang sebelumnya terasa berat dijalani.
Menerima takdir menjadi bagian yang paling menenangkan hati. Meskipun itu berarti bukan yang terindah sesuai dengan impian kita sebelumnya, semua akan terluruhkan dengan perasaan bahwa memang inilah jalannya, jalan yang telah ditentukan oleh-Nya. Boleh saja ada air mata menitik, itu adalah suatu kewajaran sebagai manusia, tetapi menangis bukanlah selalu berarti kepiluan hati. Hati tak perlu menjadi beku karenanya. Menjalani semua dengan telaten, sadar bahwa ini semua lakon yang harus dilalui.
Tak mengapa melepaskan semua impian itu, hati mungkin hancur karenanya, tetapi itu tidak akan membuat semuanya menjadi selesai. Selalu ada setitik, sekecil apapun itu, yang masih tersisa. Yang berusaha menyatukan semua serpihan-serpihan sehancur apapun itu. Karena dengan itulah hidup bisa dijalani, tanpa ada rasa sesal lagi.
Tak perlu merasa kuat untuk itu, hanya sebuah kata sederhana yang bisa menyejukkan jiwa…. ini saja cukup bagiku.
Ini Saja Cukup Bagiku
7 07 2009Comments : Leave a Comment »
Tags: Ikhlas
Categories : Refleksi
SocialVibe